3 DOORS DOWN

KEPUASAN 3 DOORS DOWN

Dua tahun lebih sejak ‘Seventeen Days’, 3 Doors Down baru bisa merampungkan album self-tittled (Universal Records) terbarunya, yang dirilis mendunia sejak 20 Mei 2008 silam. Tapi kelegaan waktu itu justru dianggap para personel band asal Escatawpa, Mississippi ini, yakni Brad Arnold (vokal), Matt Roberts (gitar), Chris Henderson (gitar), Todd Harrell (bas) dan Greg Upchurch (dram) sebagai kesempatan emas untuk lebih bebas bereksperimen. Chris Henderson menunjuk lagu ‘She Don’t Want The World’ misalnya. 3 Doors Down tak pernah punya lagu semacam itu sebelumnya. “Itu salah satu hasil dari eksperimen kami. Kami mengambil beberapa langkah dan merampungkan sesutu yang belum pernah kami lakukan sebelumnya, di saat di mana kami tak pernah punya waktu untuk duduk dan memikirkannya. Ini bukan album yang sekadar rilis, tapi ini album yang membutuhkan waktu dua tahun untuk membuatnya,” tandasnya meyakinkan.


Read more

PAUL GILBERT


Paul Gilbert sedang menjalani masa-masa sibuknya saat ini. Setelah menghabiskan beberapa jadwal konser bersama Richie Kotzen dan George Lynch, kini ia kembali disibukkan oleh perilisan album terbarunya. Sejak pekan pertama Januari 2009, Mascot Records mengumumkan bahwa mantan gitaris Mr. Big tersebut telah resmi menandatangani kontrak kerjasama untuk album baru berjudul ‘United States’. Di album tersebut, Paul berkolaborasi untuk pertama kalinya dengan vokalis/gitaris Freddie Nelson. Konsep musik yang dibawakan konon cenderung ke corak hard rock yang membaurkan gaya Mr. Big dan Queen.

Selain itu, tak lama lagi, Paul juga akan merilis DVD gitar terbarunya yang berjudul “Silence Followed by a Deafening Roar - Guitar Instructional DVD and Shred Annex”. Di luar urusan album, bersama Ibanez Guitars, Paul juga telah menyepakati produksi ulang (reissue) gitar Paul Gilbert Signature Models (PGM), sekaligus untuk merayakan 20 tahun PGM Series. Dan berita yang lebih menggembirakan lagi, Paul konon telah memberi lampu hijau untuk melakukan reuni Mr.Big, bersama personel lainnya, vokalis Eric Martin, basis Billy Sheehan dan dramer Pat Torpey. Tapi untuk sementara ini, reuni yang digelar untuk merayakan tepat 20 tahun album pertama Mr.Big tersebut konon hanya dilakukan khusus tur Jepang. “Mr.Big kembali bersama, dengan personel asli, dan kami akan ke Jepang dan menggelar konser,” tegas Paul kepada DJ Koh Sakai, pemandu program acara radio “Heavy Metal Syndicate” di Jepang, baru-baru ini.



Lebih jauh tentang album baru dan reuni Mr Big, baca wawancara eksklusif GitarPlus dengan Paul Gilbert yang akan dimuat di edisi 62, terbit 20 April 2009.
Read more

GUITAR HERO

SALUT GUITAR HERO
Saya Pipin dari Jambi. Ini unek-unek yang bisa saya tulis pertama kali, padahal saya kira-kira sudah 1,5 tahun setiap bulan selalu membeli GitarPlus. Karena menurut saya, nggak ada yang jelek atau yang kurang dalam setiap edisi yang keluar. GitarPlus selalu memberikan apa yang saya mau dalam hal gitar. Berkat GitarPlus juga wawasan dalam gitar pun bertambah, membantu sekali. Kemudian yang kedua, saya salut buat tim/orang yang menulis semua kata-kata yang ada dalam majalah, karena katakatanya sastra banget dan mudah dipahami. Yang ketiga, masalah “Indonesia Next Guitar Hero”, polling yang GitarPlus adakan bulan kemarin. Saya cuma mau menanyakan, kenapa dalam pemilihan tersebut tidak menyertakan nama gitaris Indonesia yang potensial kayak:
1. Jarwo ( Naif )
2. Lukman ( Peterpan )
3. Ade ( Naff )
4. Marshall ( Ada Band )
5. Patup ( letto )
6. Onci ( Ungu )
Karena menurut saya, gitaris-gitaris tersebut mempunyai ciri khas tersendiri. Tapi untuk polling yang diadakan, saya cukup puas akan semuanya, baik dalam pollingnya atau pun hasil yang telah ditetapkan kemarin dengan 15 gitaris yang diberitakan pada edisi bulan September. Salut buat gitarplus!
(Pipin – Jambi (via email)

Jawab:
Redaksi juga senang jika suguhan kami bisa memuaskan pembacanya. Terima kasih.



ALTER BRIDGE & DISTURBED

Dear Gitar plus, Ini edisi pertama saya membaca GitarPlus dan membuat saya berminat langganan majalah ini buat bulan-bulan ke depan.... Saya suka m a j a l a h ini karena m e m u a t b e r b a g a i macam profil band dengan b e r b a g a i aliran dan juga memuat info tentang musik, jadi salut buat GitarPlus, majalah keren n top abies neh...

1. T o l o n g dong muatin profil lengkap tentang band Alter Bridge atau Disturbed. Ini edisi pertama saya, jadi nggak tahu apakah profilnya sudah dimuat di edisi sebelumnya. Kalau sudah, tolong dimuat lagi donk. Band favorit saya neh.... Terima kasih sebelumnya.
2. Tolong dong redaksi kasih info tentang band-band yang sudah mulai nggak kedengaran namanya di dunia musik. Jadi info tentang kenapa mreka mulai vakum dari dunia musik, kayak Seether atau Breaking Benjamin, dll.

Achmad Rizqon Karim – Sidoarjo (via email)

Jawab:
Alter Bridge sudah pernah dimuat. Disturbed akan dibahas di edisi mendatang. Seether dan Breaking Benjamin belum vakum. Seether bahkan baru saja merilis album baru di tahun 2008 ini.



KOMUNITAS JOHN 5
Hallo GitarPlus yang makin keren saja. Gue ada sedikit unek-unek neh.

1. Bonusin stiker dong di setiap edisi.
2. Tolong muatin profil John 5, soalnya gue ngefans berat sama dia.
3. Kapan GitarPlus mau buat komunitas gitaris?

Ok deh segitu aja unek-unek gue. Sukses buat GitarPlus, mudah-mudahan makin sangar!!!!
Ahmad Rusdy – Bandar Lampung (via email)

Jawab:
Sabar ya....



PROTES GITARPLUS
Haiii, aku pembaca GitarPlus yang setia, aku mau kasih kritikan nih: Kenapa ya profil gitaris Indo yang pernah unek-unek dimuat kok dimuat lagi? Pakai embelembel “New Guitar Hero” segala!!!!!!!!! Saya rasa sekarang isi GitarPlus sudah nggak berbobot, kehabisan akal. Dari pada mengisi profil yang sudah ditulis, mendingan diisi cara betulin gitar, kan asik. Tab yang sudah jangan dimuat lagi dong, kan gak berguna. Makasih, selamat lebaran!
Mohamad Darto (via email)

Jawab: Sayang kamu tidak menyebutkan nama gitaris, naskah atau tab yang menurut kamu sudah terulang pemuatannya.



ULASAN EFEK
Allow GP yang makin berkembang... Gue sudah dua kali kayaknya ngirim unekunek tapi nggak dimuat. Gue tinggal di Batam dan sudah beli GP kayaknya sudah lama, sekitar setahun lebih, walau kemarin sempat agak susah aku mendapatkannya. So, unek-unek:

1. Kemarin aku sudah senang dapat pembahasan terkait masalah FX, tapi kayaknya kurang puas. Plis, bahas satusatu dong, terus beberapa kontributor atau gitaris Indo atau luar negeri pakai setting yang gimana (lumayan kan dapat referensi)?
2. Boleh dong resensi musiknya diperbagus dengan CD yang baru? CD yang layak untuk dikoleksi, CD yang merupakan resensi permainan gitar yang bagus. Misalnya CD Queen ‘Greatest Hits vol 1’ (bagi gue permainan Brian May di ‘Bohemian Rhapsody’ sangat bagus, tuh)...
3. Boleh nggak sekali-sekali mengeluarkan cara merawat peralatan, baik gitar, ampli bahkan FX. Ya, gimana pun juga bagi gue peralatan adalah hal penting. Misalnya gue punya ampli Marshall, untuk mempertahankan kualitas suaranya, gimana cara mematikan yang benar, trus gimana merawat bodi amplinya? Paling nggak supaya peralatan lebih awet....

John Bert Christian – Batam (via email)

Jawab:
Terima kasih masukannya. Di rubrik “Resensi”, kami selalu menyajikan albumalbum terbaru (kecuali untuk segmen “Koleksi”). Coba diperhatikan dengan seksama.



Untuk pengiriman surat “Unek Unek”, harap disertai identitas lengkap: nama, alamat tempat tinggal dan nomor kontak. Kirim ke email: redaksi@gitarplus.net. Ditunggu ya....
Read more

An Ocean Between Us

Konsep apa yang coba kalian bawa di album ‘An Ocean Between Us’?

Phil Sgrosso (PS): Kami mencoba memperdalam setiap lagu kami dan memberikan sesuatu yang berbeda di dalamnya, supaya setiap lagu yang ada memiliki karakter yang berbeda dan setiap lagu bisa berdiri dengan sendirinya. Ya, kurang lebih seperti itu.

Ekuipmen yang digunakan di album tersebut?

Nick Hipa (NH): Banyak yang kami gunakan di sana. Untuk gitar, setidaknya ada sembilan buah yang kami gunakan. Saya sendiri banyak menggunakan Ibanez dan Les Paul.
PS: Ya, Dean, Washburn dan Les Paul.
NH: Berbagai macam gitar kami coba. Selain itu, kami juga menggunakan Maxon OD 808 Overdrive pedal, juga Memory Man (Electro-Harmonix). Untuk yang satu ini kami banyak menggunakannya. Juga pedal delay dari Line 6 DL4 dan Boss DD6. Untuk ampli kami menggunakan Randall RM100.

Selengkapnya baca di GitarPlus edisi 58.

Read more

GUITAR FOR FUN JOGJA

GitarPlus kembali sukses menggelar event andalannya, “Guitar For Fun” (GFF). Setelah sebelumnya diadakan di Jakarta dan Bandung, kali ini giliran “Kota Gudeg” Jogjakarta yang kebagian jatah. Kendati kali ini penonton dikenai tiket masuk sebesar Rp 15 ribu, gitaris-gitaris jogja tidak kehilangan antusiasme untuk meramaikan acara ini. Terbukti dengan hadirnya sekitar 400 penonton yang memadati Liquid Café, tempat GFF digelar, 22 Mei 2009 silam.
Di GFF yang terselenggara berkat kerjasama dengan beberapa sponsor seperti L.A. Lights, Simpati, Rockmen, Yamaha Musik Indonesia, Dame Guitar, Korg, Marvell, Duta Hotel, Ibanez, Rockwell, Russel, VOX dan SP Guitar ini, tampil barisan bintang tamu yang terbilang istimewa. Ada I Wayan Balawan yang sudah punya reputasi mendunia, ada jawara klasik Jubing Kristianto, gitaris rock Bengbeng “PAS” serta Adhit yang rupanya punya talenta jempolan, yang selama ini tak terdeteksi di bandnya, Element. Selain itu, wakil dari GitarPlus, Andy Owen serta Andris (gitaris band Brownies yang juga pengasuh majalah Band Magz) juga diturunkan untuk memamerkan kelihaian skill masing-masing. Dan seperti biasa, GFF kali ini pun banjir hadiah, mulai dari kaos hingga ampli. Jadi, cukup disayangkan buat yang melewatkan acara tersebut.
Read more

PSYCHO-SLIPKNOT

PSYCHO-SLIPKNOT
perti judulnya, ‘All Hope Is Gone’ (Roadrunner Records) adalah album keempat band metal asal Amerika Serikat, Slipknot yang proses penggarapan rekamannya kacau balau dan nyaris membuat sebagian personelnya frustrasi. Tak ada proses jamming di studio atau pun acuan jadwal rekaman yang jelas. Namun hasil akhirnya mencengangkan. Ini adalah album pertama Slipknot yang berhasil menerobos ke peringkat puncak di daftar album terlaris di Amerika versi Billboard 200.

Jim Root, gitaris Slipknot, secara blakblakan melontarkan pernyataan pedas yang termuat di Guitar World edisi Oktober bahwa ia tak ingin lagi menggarap album Slipknot jika masih dengan cara seperti ini. Maklum, ini pertama kalinya Jim, Mick Thomson (gitar), Corey Taylor (vokal), Paul Gray (bas), Joey Jordison (dram), Shawn Crahan (perkusi), Chris Fehn (perkusi), Sid Wilson (turntables/kibor) dan Craig Jones (samples) menggarap album tanpa acuan jadwal rekaman yang jelas. Padahal album ini justru dikerjakan di Iowa, kampung halaman Slipknot. Album-album sebelumnya malah selalu direkam di Los Angeles.

Read more

DEAR GOD’DITULIS SAAT MABUK

’DEAR GOD’DITULIS SAAT MABUK


Synyster, kamu baru bergabung di Avenged Sevenfold (A7X) setelah album ‘Sounding the Seventh Trumpet’ (Good Life Recordings, 2001 – dirilis ulang oleh Hopeless Records, 2002). Bisa cerita kenapa?

Zacky Vengeance (ZV): Karena kami payah... hehe. Kami sangat payah sekali dan membutuhkan bantuan secepat mungkin yang bisa kami dapatkan. Dia (Synyster) teman baik The Rev (dramer A7X). Lalu dia berminat untuk membantu dan bilang, ‘Kalian payah dan saya bisa membantu kalian agar menjadi lebih baik, membantu gitaris kalian yang lain agar bisa bermain gitar lebih baik dan juga punya penampilan lebih baik’... hehehe. Kami memiliki pertemanan yang sangat indah. Yeah, saya rasa dia lebih menyukai The Rev dari pada album kami dan akhirnya ia bergabung dan membuat segalanya menjadi lebih baik

Synyster Gates (SG): Saya mendengar pemanasan vokal yang dilakukan oleh M. Shadows dalam sebuah perjalanan dan terkejut, ia seperti sedang berusaha membakar sebuah rumah dan saya berkata ‘What the fuck is that?’ Lalu saya berhenti karena terdengar seperti Kim Sanders (penyanyi dan penulis lagu berdarah Afro- Amerika)... hahaha!

Pernahkah terpikir untuk kembali ke album pertama seperti yang Metallica lakukan?

SG: Itu seperti di saat kamu bermimpi tentang sesuatu dan kamu menginginkan sesuatu tapi apa yang kamu pikirkan dan inginkan adalah sebuah mimpi buruk?! Dan itu merupakan mimpi buruk di saat kembali ke awal perjalanan kami. Sebenarnya kami menyukai semua hal yang telah kami lakukan, tapi kami berusaha untuk membuat hal yang baru dan berbeda. Semua orang ingin berubah dan di saat kami melakukan sesuatu yang baru, menurut saya itu memberikan penghormatan akan apa yang telah kami lakukan sebelumnya. Berhenti mengulangi apa yang telah kami kerjakan, karena kami tidak akan berkembang jika tetap mengikuti pada apa yang telah kami kerjakan. Dan akhirnya, kami mencari jalan keluar yang lebih mudah dengan membuat lagu berbeda. Apakah lagu ini bagus? Saya tidak tahu... yang jelas ini berbeda, fuck yeah! Jadi untuk ke depannya akan selalu terdapat perubahan dalam setiap album.

Read more
 

guitar rock online kursus Design by Insight © 2009