efek gitar

Bagi para gitaris pasti familiar dengan merek BOSS. Ya, BOSS memang terkenal dengan unit stompbox-nya. Tapi kali ini yang aku review adalah yg berbentuk multiFX. BOSS GT-8. Unit efek yang sering disebut sebagai efek yang paling rumit dalam sejarah!

Aku review unit ini dari “isi”nya dulu. Ada beberapa model preamp terkenal yg tersedia dalam unit ini. These are some of them:

1. Roland Jazz Chorus 120
2. Fender Twin Reverb
3. Fender Pro Reverb
4. Fender Bassman
5. VOX AC-30TB (drive, lead, clean)
6. Matchless (modified high gain, D/C-30)
7. Mesa/Boogie Combo (lead, drive, rhythm)
8. Marshall 1959 (input I, input II, input I+II parallel)
9. Marshall HiGain
10. Mesa/Boogie Dual Rectifier (clean, raw, vintage, modern)
11. Hughes & Kettner Triamp (clean, crunch, lead)
12. Soldano SLO-100 (OD chanel)
13. Peavey EVH 5150 (lead chanel)
14. and more (bukan model preamp)

OD/Distortion:

1. BOSS OD-1
2. BOSS OD-2
3. BOSS BD-2
4. Ibanez TS-808
5. Marshall GUV’NOR
6. Proco RAT
7. MXR DISTORTION+
8. ROCKMAN
9. BOSS MT-2
10. FUZZFACE
11. ACETONE FUZZ
12. Electro-Harmonix Big Muff

Modulasi:

1. Chorus (mono, stereo1, stereo2)
2. Delay (single, pan, stereo, dual series, dual parallel, dual L/R, reverse, analog, tape, warp, modulate, hold)
3. Wah (Cry Baby, VOX V846, Fat WAH, Light WAH, 7String WAH, Reso WAH)
4. Reverb
5. Compressor
6. Limiter
7. Guitar simulator (pickup simulator)
8. Flanger
9. Phaser
10. Sitar
11. Harmonist
12. Pitch Shifter
13. Pedal Bend
14. Humanizer
15. Slicer
16. Uni-V
17. Pan
18. Feedbacker
19. Wave synth
20. Octave
21. Rotary
22. Auto Riff

Fitur

1. Solo switch

Secara otomatis nge-boost sound kita. Match banget buat solo gitar! Jadi ga usah bingung bikin patch baru dengan mem-boost kenop middle. Tekan aja langsung! Simple kan. Atau aktifkan dengan pedal CTL (read the manual).

2. Dual COSM (Composite Object Sound Modeling) (Preamp mode=Dual Stereo)

Channrl A dan channel B bisa kita setting berbeda. Misalnya Chan A=Peavey 5150, Chan B=Soldano. Jadi saat mengkoneksi BOSS GT-8 dengan 2 ampli (stereo), kita bisa mendengarkan 2 sound yg berbeda saat bersamaan. Left=5150, dan Right=Soldano. Ga cuma sampai disitu, GT-8 juga menyediakan fitur delay buat out kedua preamp tadi antara 0-50 Ms. Jadi sound yg keluar emang benar2 stereo!
(Preamp mode=Dual Mono)

Fitur ini juga dapat menggabungkan 2 karakter preamp, dengan output mono. Contohnya: kita menggabungkan karakter Marshall HiGain dengan Soldano SLO-100, sehingga menghasilkan karakter baru!

3. AMP CTL

Fitur ini berfungsi sebagai footswitch ampli yg kita pakai. Misalnya, kita menggunakan GT-8 hanya sebagai unit FX tanpa menggunakan preamp-nya. Maka kita tetap bisa mengganti chanel amplifier yang kita pakai dari clean ke drive dengan menggunakan GT-8.

4. Dynamic Mode

Dengan fitur ini kita bisa merubah sound hanya dengan memainkan dinamika permainan picking kita. Misalnya saat memetik keras, sound yg keluar adalah Soldano, sedangkan saat memetik pelan, sound yang keluar adalah Roland Jazz Chorus. Ga hanya itu. Fitur ini bisa juga untuk merubah parameter efek. Misalnya saat kita bermain petikan yang soft, Gain-nya adalah 30, sedangkan saat bermain dengan petikan yang hard, Gain-nya menjadi 100. Itu semua hanya perlu 1 patch saja. (cukup rumit settingnya, read the manual!)

5. Output Select

Fitur ini berguna untuk “tone correction”. Jadi GT-8 akan memaksimalkan sound pada jenis koneksi yang kita gunakan. Sangat lengkap! Kita bisa menghubungkan BOSS GT-8 ke Roland JC-120, Small Amp, Combo Amp, Stack Amp, Roland JC-120 Return, Combo Return, Stack Return, atau Line/Phones!

6. FX Loop

Fitur ini memungkinkan kita meng-insert efek lain ke BOSS GT-8. Sama halnya seperti FX Loop pada amplifier. Tersedia colokan “send” n “Return”!

7. Microphone Simulator

Pada preamp setting tidak hanya memiliki fitur cabinet simulator saja
(type: Original, 1X8, 1X10, 1X12, 4X10, 2X12, 4X12, dan 8X12).
Tapi juga menyediakan fitur Microphone simulator dan Placement-nya sekaligus!
(Model microphones; DYN57, DYN421, CND451, CND87, n FLAT).
Mic Distance: On axis, Off axis
Position: Center – 10
Mic Level, n Direct Level.
(Fitur ini hanya aktif jika output select=Line/Phones)
8. Custom (Preamp, OD, Cabinet, Pedal Wah)
Fitur ini memungkinkan kita mendesain preamp, od, cabinet, dan pedal wah secara custom berdasarkan merek tertentu. Misalnya kita membuat preamp custom based on Marshall HiGain atau merancang pedal wah dengan karakter baru based on pedal Vox Wah!

9. FX Chain

Fitur ini mensimulasikan penyusunan efek kita. Misalnya OD kita tempatkan sebelum atau sesudah preamp, dll. Contoh:
Guitar > Compressor > Wah > FX1 > OD > Preamp > Noise Supressor > Volume pedal > Dgt Out > FX2 > Chorus > Delay > Reverb > Out
Kita bisa susun urutannya semau kita!


Aku menghubungkan output dari BOSS GT-8 ke colokan input di ampli Marshall. Output Select=Stack Amp. EQ di preamp Marshall dalam keadaan Flat! Sound yg dihasilkan ternyata terlalu treble. Clean dan Distortion jadi terkesan “cerawak”. Cukup menyakitkan telinga.

Lalu aku ganti dengan menghubungkan ke Return. Output Select=Stack Return. Loop level pada Marshall dalam keadaan wet (full). Sound yang dikeluarkan lebih match, lebih powerfull, tanpa ada kesan treble yang berlebihan. Low-nya juga “nendang”!

Menurut manual book nya, sound yg dihasilkan akan lebih maksimal jika menggunakan ampli Roland Jazz Chorus 120. Karena itu aku menghubungkan BOSS GT-8 ke Roland JC-120.

Yang pertama aku hubungkan ke Input 1 yang “low” bukan yg “high” sesuai instruksi pada manual book! Output Select=JC-120. Preamp Roland JC-120 dalam keadaan Flat! Entah sugesti atau enggak, sound yg dihasilkan memang lebih bagus walau masih ada kesan berlebihan pada frekuensi high.

Yang kedua, aku menghubungkan ke Return L (mono) pada Roland JC-120. Output Select=JC-120 Return. Ternyata sound yang dihasilkan lebih powerfull dibanding saat aku menghubungkan ke Input Roland JC-120.

Bagaimana jika menggunakan sistem Direct? Aku menggunakan Mixer Behringer, Edirol Converter, dan Adobe Audition 2.0 untuk merekam Sound BOSS GT-8. Output Select=Line/Phones. EQ di mixer dalam keadaan “cut”, bukan flat. Aku menonaktifkan EQ pada mixer. Maklum, aku ga suka terlalu banyak equalisasi. Cabinet Simulator dan Microphone Simulator yang ada di BOSS GT-8 secara otomatis langsung aktif. Cabinet simulator works great! Microphone simulatornya juga works great! Amazing! Padahal aku belum pakai direct box tambahan. Tapi soundnya udah bagus! Powerfull!

Efek-efek yang disediakan sangat bagus sekali kualitasnya! Compressor nya bener2 bagus! Chorus-nya juga bagus sekali, apalagi jika menggunakan stereo connection. Bener2 penuh nuansa. Delay-nya sangat variatif! Cobain deh FX Harmonist-nya. Sound yang dikeluarkan bisa seperti 3 gitaris bermain sekaligus secara harmoni sesuai dengan chord yg kita gunakan pada lagu. Pedal bend nya match bgt tanpa ada kesan pitch yg pecah. Auto Riff! Lupakan Yngwie Malmsteen! Karena kamu bisa mainkan arpegio yg jauh lebih cepat dari dia. Hanya dengan 1 jari saja! Sitar simulatornya sangat natural! Bahkan “rate” dari beberapa efek yg disediakan dapat disesuaikan dengan tempo dan birama lagu yg kita mainkan melalui tombol “tap”. Komplit bgt deh! Sound Wah-nya juga cukup tebal dan natural...


PRO DAN KONTRANYA...

1. Sound preset, termasuk EZ Tones yang disediakan oleh pabrik, tidak terlalu bagus.
2. Parameter Gain yg disediakan (preamp & OD) sampai 120 (turbo), malah jadi fitur yang berlebihan dan tidak menjadi alternatif baru dalam pembentukan sound distortion. Karena jika kita gunakan berlebihan, sound yg dihasilkan menjadi blur. Ga jelas.
3. Action pedal nya kurang “deep”!
4. Ukuran BOSS GT-8 bagi sebagian orang, terlalu besar dan bobotnya cukup berat, sehingga jadi kurang praktis.
5. Tidak tersedia metronome (weits... masih pakai metronome kalau latihan? BOSS GT-8 is for professional user hahaha....)
6. Tidak tersedianya koneksi USB. Bisa menggunakan cable midi untuk dihubungkan ke computer dan download patch baru dari internet, tapi setup nya cukup complex. Visit www.bossgtcentral.com
7. Editing sound di BOSS GT-8 sangat rumit! Tapi jika sudah menguasai unit ini, dijamin memuaskan!


Kesimpulan dan tip

1. Gunakan ampli yang bener2 clean! Seperti Roland JC-120, Fender Twin Reverb. Hubungkan ke return, bisa menghasilkan sound yg lebih nyaman di kuping. Itu kalo kamu masih menghargai gendang telinga kamu!
2. Lakukan “initialize” sebelum membuat sound baru! Read the manual page 23!
3. Jika kamu melakukan setting di BOSS GT-8 untuk koneksi stereo, kamu harus selalu menggunakan unit ini dalam keadaan stereo. Karena jika kamu tiba-tiba menggunakan koneksi secara mono, sound yg sudah dibentuk, akan mengalami perubahan yg sangat drastis.
4. Jangan hanya menggantungkan pada preamp yang ada pada BOSS GT-8 jika ingin mendapatkan sound distortion yang mantap. Karena jika hanya menggantungkan pada preamp-nya, sound-nya ga “ngangkat”. Tambahkan OD yang ada pada BOSS GT-8, set sebagai booster! (recomended)
• BOSS OD-1 untuk sound yang “low tight”
• Ibanez TS-808 untuk sound yang “boomy”
5. Bersabarlah dalam menggunakan unit BOSS GT-8, karena emang rumit sekali! Jangan keburu dijual karena frustasi hehehe...
6. Bagi para gitaris yang ga mau dipusingkan dengan membaca manual book, BOSS GT-8 bukan untuk anda hehehe...
Read more

major+minor pentatonic

sama sekali gak ada rules kok buat variasiin major+minor pentatonic.
cuma kalo aku boleh saran ,coba deh kita tetep organisir tiap perubahan
nya se smooth mungkin, caranya ya dgn grouping note pas phrasering
atau pas mainin licks supaya lebih teratur. ini ada sedikit info buat melatih
perpindahan major minor.

coba mainin note dibawah pake grouping 4 nada

#1 A minor pentatonik
-8-5-----|---------
-----8-5-|---------
---------|-5-------
---------|---7-5----
---------|-------7--
---------|-----------
#2 A major pentatonik
---5-----|--------
-7---5---|--------
-------6-|-----4-6-
---------|-4-7-----
---------|---------
---------|---------

#3 combine em dengan di selang seling minor+major+minor+major!
-8-5-------5------------------------
-----8-5-7---5----------------------
----------------6-5-----------4-6--
--------------------7-5---4-7------
------------------------7-----------
------------------------------------

nah silakan di coba pake grouping yg lain..good luck
Read more

Jenis-jenis gitar


Ini adalah jenis gitar paling banyak digunakan untuk para pemula dan umum. Gitar ini disebut sebagai gitar akustik. Gitar akustik memiliki body gitar yang terbuat dari kayu tipis. Untuk suaranya, menggunakan sound hole ( lubang suara ) yang ada di tengah gitar ini. Dengan menggunakan senar yang terbuat dari baja atau nylon, kalian bisa memainkan gitar ini dimana saja dan kapan saja.

Gitar ini adalah jenis gitar yang biasa digunakan para gitaris yang untuk memainkan musik pada saat ia telah memiliki band. Gitar ini biasa disebut gitar listrik atau electric guitar. Memiliki beberapa perbedaan dengan gitar akustik. Yaitu, tidak memiliki sound hole, dan sebagai pengeras suaranya, harus menggunakan tambahan alat yang disebut amplifier. Hanya menggunakan senar baja. Memiliki 2 atau lebih pengatur suara dan nada. Dapat dihubungkan dengan efek gitar agar suara yang dikeluarkan lebih baik. Selain itu, modelnya juga sangat beragam.

Gitar semi elektrik hampir mirip dengan gitar akustik. Tetapi bedanya adalah, untuk mengencangkan suaranya, dapat menggunakan amplifier seperti gitar elektrik. Juga memiliki pengatur suara dan nada. Biasa digunakan untuk acara akustikan.
Read more

adult toy store

you are a sexual maniac who wants to have sex any time and every time but your partner can not always be there for you because of your work? or you are a like masturbation and want something new to your game?
or you need the best sex toys in the world?
vibrator for women?
or your partner want to experiment with playing in the bedroom
or you want to get some sex toys to reward your friends?
or want to try vibrating cock ring, the largest sex toy for couples.
or you are a woman looking for the perfect orgasm
sex toys we have the solution for you.
vibealot.com toys from this online sex toy store and know that your privacy is always respected, your adult toys and adult novelty will be shipped and billed completely silent and we thank you for your business!

Sex should be fun and bondage toys really add some excitement into your love life.


There are thousands of sexual toys on the market and frankly, not all sex toys are that great.
Read more

pick

Sebenarnya perkenalan saya dengan gitar listrik (electric guitar) belum lama. Mungkin baru 2 atau 3 tahun terakhir ini, yaitu semenjak saya membeli sebuah gitar listrik. Sejalan dengan perkenalan itu saya juga baru mempelajari cara-cara bermain gitar listrik. Dulunya saya lebih banyak menggunakan gitar klasik (yang pakai sting nylon itu). Bahkan gitar pertama yang saya miliki memiliki fret yang sangat lebar, yang cocok untuk belajar klasik.

Yang pertama kali harus saya pelajari adalah cara menggunakan pick. Sebelumnya saya memetik gitar langsung dengan jari-jari, ala gitar klasik. Maklum, tahunya dan diajari secara informal hanya seperti itu. Ketika menggunakan gitar listrik, sebagian teknik membutuhkan pick.

Ternyata tidak mudah menggunakan pick karena belum terbiasa. Saya masih belum menemukan feeling dari ujung pick, yang nantinya akan mengenai senar gitar. Petikan dengan pick menjadi kasar dan kurang akurat. Kalau pakai jari kan sudah bisa dirasakan (karena sudah terbiasa saja). Jadi nampaknya saya harus belajar untuk menggunakan pick. Karena sudah bisa main gitar, belajar yang nampaknya elementer ini menjadi membosankan.

Pick Guitar

Memilih pick ternyata juga tidak mudah karena ada bermacam jenis. Yang paling penting sebenarnya adalah ketebalan dari pick itu sendiri karena menentukan kelenturan dari pick itu. Saya coba-coba ternyata saya suka yang medium dan soft. Jadi picknya melentur. Tapi saya lihat pemain lain lebih suka menggunakan pick yang agak kerasan. Di toko musik pun kelihatannya pick yang soft kurang banyak dijual. Oh well… harus menyesuaikan diri.

Read more

chord guitar

Pemain gitar biasanya hanya menerima chord chart dari sebuah lagu tanpa disertai tanda key signature, atau tanda perubahan key signature di tengah lagu tersebut. Misalnya jika kamu membaca majalah gitar yang berisi chord-chord dan liriknya. Biasanya di situ tidak akan ditulis Key signature dari lagu tsb, atau bahkan perubahan key signature jika ada di tengah lagu tsb. Untuk bisa memainkan melodi, ataupun berimprovisasi, sangat perlu bagi kita mengetahui di kunci apa sebuah progresi chord tersebut berputar. Biasanya pendekatan yang umum secara musical adalah mendengarkan lagu tersebut dan mencari kuncinya dengan menggunakan telinga, akan tetapi kita juga bisa mencarinya dengan cara menganalisa chord-chordnya.

Menganalisa progresi kunci mayor

Metode yang digunakan untuk mencari kunci mayor dalam sebuah progresi chord adalah sebagai berikut:

1. Coba lihat terlebih dahulu masing-masing chord yang ada dalam progresi, kemudian buat daftarnya, kemungkinan-kemungkinan chord tersebut milik dari sebuah kunci apa, berdasarkan dari kualitas masing-masing chord. Karena scale mayor yang diharmonisasi memiliki tiga chord minor 7th (IImi7, III,mi7, dan VImi7), setiap chord minor 7th bisa menjadi milik dari 3 kunci yang berbeda. Sedangkan chord Major 7th bisa sebagai Ima7 ataupun IVma7 dari dua buah kunci yang berbeda, dan dominant chord sudah pasti adalah chord V7 dari sebuah kunci saja. (Gambar 1)
2. Bandingkan masing-masing kemungkinan kunci tersebut. Cari masing2 chord tsb yang mempunyai kunci yang sama.
3. setelah kalian menemukan kuncinya, tulislah fungsi dari masing-masing chord dengan angka Romawi. (Gambar 2)


Menganalisa progresi kunci minor

Secara teori, kunci minor dapat diidentifikasikan dengan menggunakan tehnik yang sama. Pada kunci minor yang diharmonisasi dari scale natural minor, chord dominant 7th adalah chord bVII7 dan secara otomatis menunjukan kuncinya. (Gambar 3)

Akan tetapi dalam prakteknya keadaan menjadi sedikit rumit jika menyangkut kunci minor. Untuk alasan tertentu harmoni natural minor lebih sering dirubah untuk menghasilkan melodi dan progesi chord yang lebih kuat. Salah satu hasil dari perubahan tersebut adalah seringnya chord V pada kunci minor yang diubah dari chord minor 7th menjadi dominant 7th sehingga fungsi dominant chordnya menjadi lebih spesifik. Oleh karena itu penting bagi kita untuk melihat hubungan interval antar chordnya yaitu sebagai berikut:

1. Jika ada kunci minor satu langkah di atas chord dominant 7th , berarti chord dominant 7th tersebut mempunyai fungsi sebagai bVII7 dan berarti chord minor 7th nya tersebut adalah Imi7.
2. Jika ada chord minor 7th dengan interval perfect fifth di bawah chord dominant 7th, artinya chord dominant 7th berfungsi sebagai chord V7 dan chord minor 7th nya adalah chord Imi7 seperti contoh di bawah ini. (Gambar 4)

Indikator lain yang bisa mengidentifikasikan progresi kunci minor adalah chord minor 7th b5. chord ini jika ada/digunakan dalam progresi fungsinya adalah sebagai IIº dalam harmoni natural minor. Ini menjadikan kunci minor 7th b5 sebagai indikator yang pasti dalam sebuah progresi kunci minor (Dalam praktek chord minor 7th b5 jarang sekali muncul sebagai chord VIIº dalam kunci mayor)


Menganalisa kunci dalam progesi triad

Dengan mengetahui chord Dominant 7th dan minor 7th b5 kita dapat dengan mudah mengetahui kunci tersebut adalah sebuah kunci mayor atau kunci minor. Dalam musik pop atau rock biasanya progresi dibuat dalam bentuk triad jadi artinya chord V nya adalah major triad sama halnya dengan chord I dan IV. Begitu juga penggunaan triad diminished (VIIº dalam kunci mayor, IIº dalam kunci minor) sangat jarang digunakan karena terdengar sangat dissonant di antara chord mayor dan minor, sehingga terdengar seolah tidak pada tempatnya.

Pertanyaannya adalah lalu ada berapa kunci bisa diidentifikasikan ketika masing-masing chord secara teori mempunyai fungsi lebih dari satu. Jawabannya bisa ditemukan dengan dua macam cara:

A. Menata ulang chord-chord tersebut secara urutan scale.

Perhatikan contoh di bawah ini, dengan berexperimen kita bisa menemukan chord I nya (Gambar 5). Setelah kita menemukan chord I nya cobalah tulis nama chord disertai fungsinya seperti di bawah ini.

Nama Chord E F#mi G#mi A B C#mi
(dalam urutan scale)
Fungsi I IImi IIImi IV V VImi



B. Gunakan telinga

Mainkan progesi chord yang ada dengan menggunakan gitar kamu, dan dengarkan. Dalam praktek cara ini adalah cara yang paling tepat untuk mencari kunci dasar dari sebuah progresi, apakah itu progesi yang menggunakan 7th chord, triad, ataupun keduanya. Progresi diatonik biasanya ada di dalam satu nada dasar saja. Nada dasar tersebut bisa menjadi jelas dengan cara mendengarkan progresi cukup lama untuk mendapatkan kemana chord tersebut diselesaikan (tonic chord), kemudian identifikasikan nada dasar yang telah kita peroleh tsb dengan mencocokannya dengan gitar kita sesuai dengan scale dan chordnya. Walaupun tidak semua lagu pop dimulai dari chord I tapi rata-rata hampir semuanya akan diselesaikan pada chord I.

Mencari Kunci dasar hanya dengan menganalisa memang mempunyai beberapa kesulitan, oleh karena itu untuk lebih memastikannya lagi kita harus menggunakan telinga kita untuk mendengarnya. Ada beberapa penjelasan lagi secara harmoni yang menerangkan mengapa suatu chord itu bisa masuk ke dalam sebuah progressi, hal ini mungkin akan saya tulis di lesson-lesson yang akan datang. Kombinasi dari mengerti teori dan telinga yang terlatih akan menjadikan kita sebagai musisi sejati yang mempunyai wawasan luas secara musical.

nih gambar2nya Peace.gif

gambar 1



gambar 2



gambar 3



gambar 4



gambar 5

Read more

Interval Tritone

The Power of The Tritone ini bukan cerita mengenai “Ordo Ordo” rahasia Yahudi dengan agenda Supremasist Imperialisme-nya, melainkan sebuah cerita tentang betapa pentingnya “Interval” yang bernama “Tritone” ini didalam Musik Blues.

Interval Tritone ini berjarak b5 ( Mol Lima ) misalnya dari C ke F#, ini jika ditambahkan nada Bass di D maka terbentuklah chord D7.

Seperti biasanya, kita kan main dengan pemain Bass sehingga kita hanya perlu memainkan Interval Tritone saja untuk memberi kesan sebuah chord Dom7.

Cukup dua not sudah komplit sebuah “Harmony”.

Menariknya dan merupakan suatu “point of interest” untuk diselidiki memakai rumus Matematika, bahwa cukup dengan menggeser Interval Tritone itu satu fret maka kita sudah bisa meng-cover sebuah lagu Blues.

Misalnya lagu Blues di kunci D seperti contoh diatas, maka jika Interval Tritone yang pertama itu kita geser kekiri satu fret ( B dan F ) maka akan menghasilkan chord G7 jika pemain Bass main “Root” di G.

Jika kita kembali ke-posisi semula dan meng-gesernya kekanan satu fret dan pemain Bass main root di A, maka akan terbentuk chord A7.

Seperti kita ketahui chord progresi Blues atau Rock N’ Roll di kunci D itu hanya memakai 3 chord saja yaitu : D7 G7 dan A7.

Jadi hanya dengan meng-geser geserkan Interval yang terdiri dari dua not saja, satu fret kekiri dan kekanan, kita sudah bisa menghasilkan sebuah “Blues Harmony” yang komplit dan sah legitimasi-nya secara “Theory of Western Music”.

Professor musik siapapun tidak akan bisa mencari kesalahan dari “Fenomena” ini.

Interval Tritone menghancurkan Teori Musik barat :

Doeloe dijaman pertumbuhan Musik Klasik di Eropa abad 16 sampai 18, interval Tritone dianggap sebuah Interval Musik Setan dan jika terdapat sebuah Komposisi yang mengandung interval ini, maka sang Komposer-nya bahkan bisa di-pancung kepala-nya karena dianggap mem-promosi-kan musik setan.

Komposer Klasik sampai sekarang, paling tidak mengerti bagaimana caranya mengatur Interval Tritone ini. Contoh nyata ada di DVD Reuni Eagles “Hell freezes Over” saat Orkestra sedang berlatih membawakan satu lagu dari Eagles yang berjudul “New York State of Mind”.

Lagu ini pada versi aslinya dibuka dengan intro Keyboard Strings yang memainkan chord voicing Blues dan kali ini akan dimainkan dengan full orchestra.

Aransemen score buat orkestra sudah digarap oleh lulusan “Julliard Conservatory of Music” dan saat itu dilatih “Rundown”-nya. Tapi anak anak Eagles merasa ada yang aneh pada intro-nya, tidak salah tapi aneh, gak seperti aslinya yang nge-Blues.

Anak anak Eagles tidak setuju versi mulus tersebut dan melihat dan akhirnya merubah sendiri not not yang tertulis pada score tersebut, sehingga saat dimainkan kembali sudah berbunyi “Blues”.

Itu adalah contoh nyata dimana Teori Musik Klasik tidak mampu meng-akomodasi-kan “Blues Harmony” terutama mengenai pergerakan paralel dari Interval Tritone, dimana hal ini sangat “Taboo” dimusik Klasik.

Musik Klasik sama sekali tidak mengenal Chord Dominanth 7 yang statis apalagi berpindah secara paralel ke posisi 4 dan 5. Mereka sama sekali tidak punya teori untuk menerangkan hal seperti ini, sementara hal ini berbunyi sangat masuk akal dan berkesan, well..Bluesy.

Jika ditanyakan mengenai hal ini, maka jawabnya adalah asal saja : Well..that’s Blues, what more can i say ? Mereka tidak punya Teori yang mampu menjelaskan mengapa Harmony seperti Blues ini bisa menjadi “Valid” alias “Sah” saja dikuping.

Penjelasan yang paling masuk akal adalah : Harmony Blues adalah suatu pergerakan Mode atau “Modalitas”. Ok, tapi mode dari apa ? Klasik punya mode seperti Dorian, Prhygian, Mixolydian etc yang berasal dari Diatonic Scale.

Jika “Blues” adalah sebuah “Mode” maka induknya mana ?

Kemudian penjelasan lainnya adalah : Blues itu adalah “Paralel Harmony” atau hanyalah sebuah “Modulasi”. Paralel Harmony dan modulasi di Musik Klasik adalah perpindahan kesuatu harmony yang lain dari aslinya dan tidak memiliki hubungan lagi dengan aslinya secara sumber tangga nada induknya.

Tapi progresi Blues adalah suatu kesatuan yang erat sekali sehingga merupakan suatu progresi sekuensial yang terus diulang ulang.

Blues adalah satu harmony tunggal yang utuh, bukan-nya banyak harmony yang bergerak secara “Paralel” ataupun merupakan suatu perpindahan Kunci alias “Modulasi”.

Jadi penjelasan diatas tidak mampu menjelaskan esensi dari Blues Harmony.

Teori Musik Klasik sangat terbatas cakupan-nya :

Teori Musik Klasik sangat terbatas dalam cakupan-nya terhadap semua musik musik yang ada di dunia, sebagaimana Sistem Pemerintahan Demokrasi-nya tidak sanggup untuk meng-akomodasi-kan prinsip hidup masyarakat dunia lain-nya.

Nomer satu, didalam musik Klasik tidak ada sama sekali yang namanya “Micro Tone”, sementara hal ini adalah elemen paling utama didalam musik Arab. Tangga nada “Gambus” itu memakai satu “Micro Tone” yang terletak ditengah tengah dari nada A dan A#.

Sehingga para pemain Gambus harus “Tuning” internal frequency Keyboard Electronic-nya agar mendapatkan suatu “Tangga Nada” yang biasa dipakai dimusik musik “Gambus”.

Membuat sebuah Keyboard Roland atau Korg memainkan tangga nada yang memiliki satu nada “Micro Tone” didalamnya adalah suatu kebiasaan musisi musisi Gambus di Indonesia.

Apalagi memakai Teori Musik Klasik untuk meng-analisa musik Gamelan Bali adalah suatu perbuatan “Sia Sia”.

Karena Gamelan Bali tidak mengenal “Satu”nya atau “Down Beat” of the first Bar dari suatu komposisi Gamelan.

Seluruh Phrase saling over lapping satu sama lain-nya dengan “Meter” yang masing masing berlainan.

Ketukan 4/4, 7/8, 3/4, 6/8, 11/12 semuanya main sekaligus didalam satu lagu dengan start awal yang berbeda beda, hal ini membuat para Cendekiawan Musik Barat jadi cepat botak saking ruwet-nya meng-analisa musik Gamelan Bali.

Musik Klasik cuma tau satu macam Meter misalnya 3/4 dimainkan pada waktu bersamaan diawal Bar nomor 1, kalaupun nantinya akan berpindah meter ke 4/4 pada nomor bar ke 32, itu akan dilakukan secara serentak bersama sama.

Itu adalah secara Ritmik dan secara harmoni, semuanya bermain di satu harmoni yang sama, alangkah “Terbatas”nya cara memandang musik seperti itu !!

Begitupun dengan cara memandang Kehidupan Masyarakat Dunia hanya dengan sistem “Demokrasi” ala Barat, melihat Ekonomi Dunia hanya dengan “Globalisasi Pasar Bebas”.

Itu sama sekali tidak mampu meng-akomodasi-kan seluruh “Keadilan Sosial” bagi Masyarakat Dunia yang sangat majemuk ini.

Dunia Kedokteran Barat-pun masih belum mampu menjelaskan Ilmu Pengobatan Cina yang sudah ribuan tahun terbentuk oleh peradaban serta terbukti “Manjur”.

Misalnya “Tusuk Jarum” dan “Totok Pembuluh Darah” etc
Read more
 

guitar rock online kursus Design by Insight © 2009